29

Buku Pertama

Mungkin tidak selegenda novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk kepunyaan Buya Hamka, tidak juga seromantis karya novelis nomor satu Indonesia Habiburrahman El Shirazy  pada Ayat – Ayat Cinta. Salah satu buku yang menjadi kesukaan saya adalah buku Kisah Lainnya. Buku sederhana, tentang perjuangan dan polemik kehidupan. Berlatar kehidupan masa lalu personilnya dalam membangun hidup dan kepercayaan. Buku ini adalah cerita besar dibalik kehidupan personil band besar tanah air, NOAH (dulu Peterpan) dan juga masalah hukum yang menimpa Ariel vokalisnya. Kisah Lainnya adalah buku pertama dan satu – satunya buku yang saya beli dan saya miliki hingga saat ini. Rasa penasaran saya terhadap isi buku ini sangatlah besar. saya ingin tahu, bagaimana gaya seorang Ariel dalam menulis buku, juga tentang bagaimana kisah hidupnya secara lebih dalam. Saya menyukai semua karya dari band ini termasuk bukunya. Continue reading

57

JIKA INGAT DULU

stay-strong

Merantau untuk waktu yang lama lalu kemudian pulang kampung adalah hal yang menyenangkan dan selalu saya dambakan. Pulang kampung sebenarnya niat mengobati rindu. Rindu yang selalu saya tahan sejak awal menapakkan kaki di tanah Mataram. Rindu untuk pulang sebenarnya selalu ada dalam kepala saya, namun rencana demi rencana untuk pulang juga selalu saja gagal akibat harus mengisi waktu liburan semester dengan kuliah tambahan demi memperbaiki nilai yang layak disebut hancur. Memang, saya bukan tipe orang yang selalu ingin pulang setiap liburan tiba, meski kadang ada rindu yang tak mudah untuk ditahan. Saya hanya ingin di Mataram saja, sampai nanti semuanya selesai. Bukan karena Mataram terlalu indah untuk dilepas, bukan karena kampung halaman terlalu sepi untuk didatangi lagi, bukan itu. Saya hanya ingin di Mataram untuk saat ini, menyelesaikan kuliah, belajar dari banyak hal lalu pulang jika saatnya sudah tiba.

Jika ingat dulu, saya hanya ingin tersenyum saja. Saat saya masih sangat rapuh, saat saya masih jauh dari kata kuat dan tabah. Seperti balita yang ditinggal ibu ke pasar, seperti anak yang diambil mainannya. Ya, sekitar pertengahan 2010 lalu, beberapa minggu setelah sampai di Mataram untuk pertama kali adalah bulan puasa. Puasa pertama di Mataram adalah hal yang berkesan. Continue reading

36

REFLEKSI

merenungAdalah Diriku
Dia kini seperti robot di jamannya
Hidup tapi nampak seperti mati
Tak lagi dia miliki gairah yang sama
Hari harinya kini hanyalah masa yang sakit

Kulihat dulu dia penuh semangat
Nasihat ibunda slalu yang utama
Ingat Tuhan dan belajar ialah yang benar
Jadi pedoman dimanapun tinggalnya

Kulihat dia benar sudah berubah
Sekarang lima waktunya banyak terlantar
Dia lupa alasan Tuhan menciptakannya
Hatinya gelap tidak bercahaya

Niat baik kala datang sudahlah goyah
Hati dan imannya nya perlahan mulai ternoda
Dia merusak masa depannya
Hanya ingat senang, dan lupa akan akhirat

Saat sebelum tidur adalah waktu yang baik. Betapa tidak, sebelum tidur biasanya dihabiskan dengan waktu untuk merenung dan berpikir tentang bagaimana cara kita menjalani hari. Sebelum tidur terkadang saya habiskan dengan membayangi dosa. Sampai pada umur yang seperti ini, sudah berapa dosa yang sudah saya lakukan. Saya juga berpikir bagaimana caranya untuk menjadi orang yang baik. Ibarat setelah membunuh, seorang penjahat sendiripun pasti merasakan sedikit iba kepada korbannya. Demikian pula dengan apa yang sedang saya pikirkan saat ini. Saya merasa bersalah setelah menjalani hari dengan penuh kesalahan. Ingin rasanya esok ketika bangun, saya mulai berdoa dan memulai hari dengan yang baik. Tapi sejauh ini, teori tetaplah menjadi teori. Rencana hanya sebatas wacana. Continue reading

49

SETIL 2016

setil

Tak bisa dipungkiri lagi, animo masyarakat tentang Stand up comedy (SUC) di Indonesia saat ini memang sedang pada posisi yang tinggi. Sejak kemunculannya di dunia hiburan tanah air oleh Raditya Dika dkk, SUC menjadi jenis hiburan yang paling digemari dan dicintai oleh hampir semua kalangan masyarakat. SUC menjadi bagian dari dunia komedi yang paling banyak diperhitungan. Terbukti, hingga saat ini begitu banyak stasiun TV yang menayangkan berbagai kompetisi dan acara lain yang berbau Stand up comedy di dalamnya. Mulai pula terlihat wajah artis dari komika di berbagai serial televisi maupun dunia perfilman di Indonesia. Animo masyarakat yang tinggi justru membuat komika nasional semakin banyak dikenal dan berlomba – lomba membesarkan nama mereka.

Sebuah pertanyaan mulai muncul di benak kepala saya. “Sampai kapan demam SUC akan bertahan ? Apakah SUC kemudian akan hilang ditelan zaman akibat seleksi alam?”. Ya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cenderung ikut-ikutan dan cepat bosan akan suatu hal. Beragam jawabanpun mulai bermunculan. Ada yang menjawab, “Komika makin banyak. Materi juga berkutat di maslah yang sama. Nanti masyarakat akan merasa bosan. Perlahan SUC ini akan segera hilang, karena kita tidak tau apa yang akan terjadi. Kejayaan memiliki masa, bung”. Tapi dari sekian jawaban yang saya dengar, ada satu yang menurut saya mudah diterima logika adalah, ”Tergantung bagaimana komunitasnya di tiap daerah. Nyawa SUC tergantung sejauh mana komunitas menjaga ruh dan tawa masyarakatnya. Komunitas adalah ladang untuk menelurkan bibit – bibit komika baru yang lebih cerdas dan berwarna dari sebelumnya ”. Continue reading

12

SHOW PERTAMA #KOMAT3

showAkhir tahun 2015 adalah akhir tahun yang berbeda dari akhir tahun sebelumnya. Memori indah tentang akhir tahun itu akan selalu melekat di kepala saya. Betapa tidak, setelah 2 tahun sebelumnya saya hanya duduk dalam deretan baris penonton, tapi kali ini saya berdiri sebagai panitia, juga sebagai penampil pula. Ya, tepatnya pada 26 Desember 2015, ada sebuah pertunjukan spesial akhir tahun dari Komunitas Stand Up Comedy Lombok, yaitu Komedi Akhir Tahun 3, (KOMAT 3). Pertunjukan komedi akhir tahun terbesar yang pernah ada. Sebuah kepuasan tersendiri bisa membantu mengurus dan diberikan peran untuk meriahkan tradisi rutin akhir tahun ini.

KOMAT adalah acara akhir tahun Stand Up Comedy Lombok sejak awal berdiri. KOMAT di akhir tahun 2015 kemarin adalah KOMAT ketiga yang sudah dijalankan oleh komunitas ini. KOMAT disebut berbeda dan menjadi acara yang spesial karena menampilkan komik – komik lokal pilihan komunitas. Fokus dari acara ini adalah untuk mempromosikan bakat – bakat dari komika lokal Lombok itu sendiri. Menyuguhkan produk dalam komunitas tanpa diikuti bayang – bayang bintang tamu dari artis Stand Up Comedy nasional. Kata bang Adi, “sebagian dari penonton adalah keluarga dari si komik, setidaknya mereka datang buat nonton orang terdekat mereka”. Continue reading

12

SUC LOMBOK

suc lombok

Bermula ketika acara Meet and Greet di Green Coco Cafe dalam Rule of Three Tour-nya Abdur Arsyad, David Nurbianto, dan Dzawin ke Lombok pada pertengahan Maret 2015, saya memutuskan untuk gabung dengan SUC Lombok. Ada hal yang menurut saya berkesan. Sesi tanya jawab saat itu akan selalu menjadi memori yang penuh kenangan. Bonus satu pertanyaan terakhir dari peserta untuk ketiga artis SUCI 4 itu kemudian saya manfaatkan dengan baik. Pertanyaan saya adalah tentang materi Abdur yang menurut saya berlebihan dan justru terkesan menghina orang timur itu sendiri. Namun respon yang tak terduga justru keluar dari mulut Abdur saat itu adalah sebuah pertanyaan, “Kamu sudah gabung komunitas? Kalo belum harus gabung dulu”. Abdur kemudian bercerita tentang materi gunung Rokatenda, tentang pengalaman dia selama di Malang, juga sedikit tentang hal yang juga sering saya alami, diskriminasi. Kata Abdur, “untuk menyampaikan materi di atas panggung, kita harus berdamai terlebih dahulu dengan apa yang akan kita sampaikan”. Jawaban Abdur saat itu kemudian saya maknai sebagai motivasi yang kuat untuk bergabung dengan SUC Lombok. Di kampus pun begitu, Wandi teman kelas saya yang sudah bergabung dengan komunitas SUC Lombok beberapa kali mengajak saya untuk bergabung. Kata wandi saat itu, “Anggap aja buat ngasah bakat ngomong depan orang banyak”. Continue reading

3

RAKYATNYA PEZINAH, DAN PEJABATNYA MABUK

kor

Nasib bangsa tergantung pejabatnya
Jabatan itu sendiri ibarat sebuah gelas kosong
Tergantung apa yang mengisi gelas itu
Jika yang diisi adalah air susu maka baiklah isi gelas itu
Jika yang diisi dengan segelas arak, mungkin saja jadi mabuk
Begitupula dengan jabatan
Jika diisi oleh orang baik maka akan baik pula nasib bangsanya
Jika diisi oleh bedebbah, maka hancurlah bangsa itu.

Bagaimana dengan korupsi?
Apakah koruptor adalah pemabuk ?
Apakah mereka juga bedebbah ?
Lalu sehina apakah, bedebbah yang korup?
Lalu bagaimana dengan rakyatnya ?

Lantas siapa yang salah?

Tulisan ini adalah ide lama. Berangkat dari tema diskusi tentang korupsi, maka saya pun berniat menuangkan hasil diskusi itu. Berat memang ketika menuliskan sesuatu yang kurang begitu kita pahami. Namun saya pun mencari jawaban yang aman, sebagai bentuk pembelaan diri. Jika saja ditanya oleh orang, maka saya hanya perlu menjawab, “saya hanya ingin menulis, hanya ingin mengeluarkan kerasahan dalam bentuk kritikan”. Lebih baik menjadi pemain meski kalah daripada berdiri sebagai penonton. Namun bagi saya, jika tidak bisa menjadi pemain, setidaknya jadilah penonton yang cerdas, penonton yang mengerti alur permainan daripada harus diam diluar arena dan tidak memilih keduanya. Intinya adalah Continue reading